Beranda / Artikel / Kelas Merek
Kelas Merek

Memilih Kelas Merek dari Produk dan Layanan yang Benar

Mulai dari apa yang dijual, lalu cocokkan uraian barang dan jasa. Nomor kelas saja belum cukup.

Oleh DAFTAR MEREK ·

Tuliskan kegiatan usaha secara konkret

Pertanyaan pertama ketika memilih kelas adalah: merek ini dipakai untuk barang atau jasa apa? Jawaban seperti kuliner, fesyen, atau bisnis digital masih terlalu luas untuk menjadi daftar pengajuan. Tuliskan produk dan layanan satu per satu, termasuk cara produk digunakan dan bentuk layanan yang diterima pelanggan.

Contohnya, sebuah usaha dapat menjual makanan kemasan sekaligus melayani pelanggan di tempat makan. Kedua kegiatan perlu ditelaah sebagai kegiatan yang berbeda. Jangan langsung menyalin kelas milik pesaing hanya karena tampilan usahanya serupa. Daftar barang atau jasanya mungkin memiliki cakupan yang berbeda dari kebutuhan Anda.

Gunakan Sistem Klasifikasi Merek

DJKI menyediakan Sistem Klasifikasi Merek atau SKM untuk menelusuri jenis barang dan jasa berdasarkan kata kunci. Mulailah dari istilah produk yang paling dekat dengan kegiatan nyata Anda. Bila hasil belum sesuai, coba nama bahan, fungsi, atau istilah alternatif yang lazim digunakan.

Baca uraian yang ditemukan, bukan hanya nomor kelas di sampingnya. Panduan permohonan DJKI menempatkan kelas bersama uraian jenis barang atau jasa sebagai bagian dari data pengajuan. Permohonan dapat memuat lebih dari satu kelas. Karena itu, keputusan perlu mempertimbangkan seluruh daftar kebutuhan, bukan mencari satu nomor yang dianggap mencakup setiap kegiatan bisnis.

Bedakan klasifikasi dan kemiripan produk

Nomor kelas membantu mengelompokkan barang dan jasa, tetapi tidak menyelesaikan seluruh pertanyaan tentang risiko kemiripan merek. DJKI menjelaskan bahwa penilaian barang atau jasa sejenis tidak hanya bergantung pada kelas. Sifat, penggunaan, saluran distribusi, serta konsumen yang relevan dapat menjadi bagian dari pertimbangan.

Artinya, menemukan pembanding pada kelas berbeda belum cukup untuk menyimpulkan nama Anda aman. Demikian pula, berada pada kelas yang sama tidak otomatis membuat setiap produk identik. Gunakan nomor kelas sebagai petunjuk awal, kemudian baca uraian dan konteks produknya. Jika pembanding dekat, penelaahan yang lebih mendalam layak dilakukan sebelum pengajuan.

Siapkan daftar yang mudah ditinjau

Buat dokumen kerja dengan tiga kolom: produk atau layanan nyata, istilah yang ditemukan di SKM, dan kelas yang perlu diperiksa. Tambahkan catatan jika produk mempunyai beberapa fungsi atau jika istilah yang paling cocok belum ditemukan. Cara ini membuat diskusi dengan pendamping lebih terarah dan mencegah kelas dipilih hanya berdasarkan tebakan.

Tinjau rencana usaha dalam waktu dekat bersama daftar kegiatan saat ini. Jangan memasukkan kegiatan secara acak demi terlihat memiliki cakupan besar; pastikan setiap usulan mempunyai alasan yang jelas. Sebelum pengajuan, cocokkan kembali nama merek, identitas pemohon, kelas, dan uraian barang atau jasa. Simpan daftar final agar tim pemasaran dan pengelola usaha memahami ruang lingkup yang dimohonkan.

Chat WhatsApp